Senin, 14 April 2014

Deskripsi Bunga Pukul Empat

http://tulipflorist.files.wordpress.com/2012/06/pukul-empat.jpg 


Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa L) adalah tanaman yang dapat tumbuh di mana saja. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pagar pembatas rumah. Bunga pukul empat disebut pula bunga sore, disebut demikian karena bunganya mekar saat sore hari dan dapat bertahan hanya sekitar beberapa jam saja. Pada pangkal bunga saat dipetik, akan keluar setitik air yang mempunyai rasa manis. Selain nama di atas, tanaman ini punya nama lain yaitu: kembang pagi sore, bunga waktu kecil (Sumatra); kederat, segerat, tegerat (Jawa); kupa oras, cako raha (Maluku); bunga-bunga paranggi, bunga-bunga parengki (Sulawesi); dan Zi Mo li (China).
Tumbuhan bunga pukul empat mempunyai variasi yang beragaman, diantaranya terlihat pada morfologi luar tubuhnya yakni perbedaan warnanya, terdapat bunga pukul empat berwarna putih, putih ungu, kuning, merah dan masih banyak lagi jenisnya.

Klasifikasi bunga pukul empat :
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Hamamelidae
Ordo                : Caryophyllales
Famili              : Nyctaginaceae
Genus              : Mirabilis
Spesies            : Mirabilis jalapa L.

Morfologi Tumbuhan Mirabilis jalapa L. 

DAUN (FOLIUM)
Daun Mirabilis jalapa L termasuk daun yang tidak lengkap karena hanya memiliki helaian daun, dan tangkai daunnya saja. tepi daun rata (integer),letaknya berhadapan.  Termasuk daun majemuk menyirip genap.
– Bangun Daun (Circumcriptio)
Mirabilis jalapa L memiliki bangun daun atau bentuk daun yaitu banguns egitiga (triangularis), yaitu bangun segitiga yang sama ketiga sisinya.
– Pangkal Daun (Baifolii)
Bentuk pangkal daun pada Mirabilis jalapa L yaitu rompang atau rata(truncatus), ini terdapat pada bangun segitiga, delta, dan tombak.
– Susunan Tulang Daun (Nervatio Atau Venatio)
Susunan tulang daun pada tanaman Mirabilis jalapa L yaitu susunannya menyirip (penninervis), daun yang seperti ini mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung, dan merupakan terusan pangkal daun.Dari ibu tulang ini ke samping keluar cabang-cabang seperti mengingatkan kita pada susunan sirip pada ikan.
– Ujung Daun (APEX FOLII)
 Ujung daun pada Mirabilis jalapa L yaitu meruncing (acuminatus), seperti pada ujung yang runcing, tetapi titik pertemuan kedua tepi daunnya jauh lebih tinggi dari dugaan, hingga ujung daunnya nampak sempit panjang dan runcing.  Daging Daun (INTERVENIUM)
 Daging daun pada Mirabilis jalapa L, daging daunnya tipis seperti selaput
(membranaceus). Sifat lainnya pada daun adalah warnanya yaitu hijau, dan
permukaannya gundul (glaber).
-Tata Letak Daun (PHYLLOTAXIS ATAU DISPOSITIO FOLIORUM)
 Tata letak daun pada batang pada tanaman Mirabilis jalapa L, yaitu berhadapan bersilangan (opposite decussata).

BATANG (CAULIS)
Batang pada Mirabilis jalapa L merupakan batang basah (herbaceus), yaitu batang yang lunak dana berair.
– Bentuk Batang
Bentuk batang pada Mirbilis jalapa L yaitu bulat (teres)
-Arah Tumbuh Batang 
Arah tumbuh batang pada Mirabilis jalapa L yaitu tegak lurus (erectus), yaitu jika arahnya lurus keatas. 

AKAR (RADIX)
Sistem perakaran pada Mirabilis jalapa L merupakan sistem akar tunggal, yaitu jika akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokokyang bercabang cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Warnanya berwarna putih.
      Bunga pukul empat merupakan tanaman hias, pada umur 3 bulan tanaman ini baru mulai berbunga Bunga pukul empat termasuk dalam suku kampah – kampahan. Bunganya seperti terompet kecil, warna bunga tergantung jenisnya, ada yang merah, putih, kuning, bahkan kadang-kadang dalam satu pohon terdapat warna campuran. Batangnya tebal dan tegak tidak berbulu dan banyak bercabang-cabang. Daunnya berbentuk seperti gambar hati berujung runcing dan panjangnya 3 – 15 cm. lebarnya 2 – 9 cm. Bijinya bulat berkerut, jika sudah masak berukuran 8 mm. Pada waktu muda bijinya berwarna hijau, kemudian berubah menjadi hitam kehitaman. Akhirnya pada saat matang bewarna hitam sepenuhnya. Buahnya keras, berwarna hitam, berbentuk telur dan bila sudah tua di dalamnya terdapat zar tepung yang mengandung lemak. Tanaman ini biasanya tumbuh liar tidak terpelihara.
Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan. Di Indonesia hampir ditanam dimana-mana sehingga mudah dijumpai karena tanaman ini mudah beradaptasi dengan iklim tropik, dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi.
 Bunga Pukul empat merupakan tanaman tropis, dapat tumbuh sampai ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Suhu yang dikehendaki berkisar antara 26 – 30° C, meskipun suhu lingkungan sejuk, namun demikian juga membutuhkan sinar matahari yang cukup. Tanah yang dikehendaki untuk pertumbuhan Bunga Pukul Empat adalah tanah yang gembur, subur, dengan pH tanah 6 – 7.
Bunga pukul empat tidak dapat setiap saat mekar. Mekarnya hanya pada jam-jam tertentu saja, yaitu pada sore hari.
Menurut berbagai penelitian, gerak mekarnya bunga tersebut karena pengaruh berbagai faktor yang salling terkait, cahaya, suhu, kelembapan udara di sekitarnya. Faktor-faktor tersebut yang menyebabkan terjadinya perubahan turgor pada bunga, sehingga bunga mekar.

Pada tumbuhan ditemukan macam-macam gerak. Ada gerak yang timbul bukan karena adanya rangsang, melainkan oleh kekuatan dari dalam. Gerak itu disebut gerak otonom atau gerak spontan (gerak endonom). Contohnya adalah gerak kloroplas memutar mengelilingi isi sel pada sel-sel daun Hydrilla sp. atau Elodea sp. Gerak itu disebut juga gerak siklosis. Selain itu, juga ada gerak spiral pada tumbuhan yang mebelit pada batang tumbuhan lain. Sebaliknya, ada gerak yang timbul karena adanya rangsang dari luar. Gerak semacam itu digolongkan sebagai gerak etionom. Gerak etionom sangat beragam bentuknya.
A.Gerak Etionom
            Gerak   etionom   merupakan   reaksi   gerak tumbuhan   yang   disebabkan   oleh   adanya rangsangan   dari   luar.   Berdasarkan   hubungan antara   arah   respon   gerakan   dengan   asal rangsangan,   gerak   etionom   dapat   dibedakan menjadi   gerak   taksis,   tropisme,   dan   nasti. Jika yang bergerak hanya bagian dari tumbuhan maka   disebut   gerak   tropisme.   Jika   yang bergerak seluruh bagian tumbuhan maka disebut gerak   taksis.   Jika   gerakan   itu   tidak dipengaruhi   oleh   arah   datangnya   rangsangan disebut gerak nasti.
1. Tropisme
            Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah   geraknya   dipengaruhi   arah   datangnya rangsangan. Bagian yang bergerak itu misalnya cabang , daun, kuncup bunga atau sulur. Gerak tropisme   dapat   dibedakan   menjadi   tropisme positif   apabila   gerak   itu   menuju   sumber rangsang   dan   tropisme   negatif   apabila   gerak itu   menjauhi   sumber   rangsang.   Ditinjau   dari macam   sumber   rangsangannya,   tropisme   dapat dibedakan   lagi   menjadi   fototropisme, geotropism, hidrotropisme, kemotropisme, dan tigmotropisme.
a. Fototropisme
     Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena   rangsangan   cahaya.   Gerak   bagian tumbuhan   yang   menuju   kearah   cahaya   disebut fototropisme   positif.   Misalnya   gerak   ujung batang   tumbuhan   yang   membelok   kea   rah datangnya cahaya.
b. Geotropisme
      Geotropisme   adalah   gerak   bagian   tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi (geo = bumi). Jika   arah   geraknya   menuju   rangsang   disebut geotropisme   positif,   misalnya   gerakan   akar menuju   tanah.   Jika   arah   geraknya   menjauhi rangsang   disebut   geotropisme   negatif, misalnya gerak tumbuh batang menjauhi tanah.
c. Hidrotropisme
      Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena   rangsangan   air   (hidro   =   air).   Jika gerakan   itu   mendekati   air   maka   disebut hidrotropisme positif. Misalnya, akar tanaman tumbuh   bergerk   menuju   tempat   yang   banyak airnya ditanah. Jika tanaman tumbuh menjauhi air   disebut   hidrotropisme   negatif.   Misal, gerak pucuk batang tumbuhan yang tumbuh keatas air.
d. Kemotropisme
                  Kemotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan zat kimia. Jika gerakannya mendekati   zat   kimia   tertentu   disebut kemotropisme   positif.   Misalnya,   gerak   akar menuju   zat   didalam   tanah.   Jika   gerakannya menjauhi   zat   kimia   tertentu   disebut kemotropisme   negatif,   contohnya   gerak   akar  racun.
e.   Tigmotropisme
                  Gerak   bagian   tumbuhan   karena   adanya rangsangan   sentuhan   satu   sisi   atau persinggungan disebut trigmotropisme. Gerakan ini   tampak   jelas   pada   gerak   membelit   ujung batang ataupun ujung sulur dari Cucurbitaceae dan Passiflora. Contoh tanaman yang bersulur adalah ercis, anggur, markisa, semangka, dan mentimun.
2. Gerak Nasti
            Gerak Nasti adalah gerak bagian tubuh tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Gerak nasti disebabkan oleh perubahan tekanan turgor didalam sel penyusun tumbuhan. Tekanan Turgor adalah tekanan total molekul air terhadap dinding sel. Jika kadar air sel tinggi maka tekanan turgor kuat, dan sebaliknya. Gerak nasti dibedakan menjadi :
a. Fotonasti
     Fotonasti gerak nasty yang disebabkan oleh rangsangan   cahaya.   Misal,   gerakan   mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) di sore hari.
b. Niktinasi
     Niktinasi (nyktos = malam) merupakan gerak nasty   yang   disebabkan   oleh   suasana   gelap, sehingga disebut juga gerak tidur. Misalnya, pada malam hari daun-daun tumbuhan  Leguminosae atau   polong-polongan   seperti   bunga   merak (Caesalpinia   pulcherrima)  dan   daun   kupu-kupu (Bauhinia purpurea)  akan menutup dan akan membuka keesokan harinya ketika matahari terbit.
c. Tigmonasti atau Seismonasti
     Tigmonasti   /   seismonasti   adalah   gerakan nasty yang disebabkan oleh rangsang sentuhan atau   getaran.   Contoh   gerak   menutupnya   daun sikejut   atau   putrid   malu  (Mimosa   pudica),   jika disentuh. Jika hanya satu anak daun dirangsang dengan sentuhan, rangsangan itu diteruskan ke seluruh tumbuhan sehingga anak daun lain ikut mengatup.
d. Termonasti
     Termonasti   merupakan   gerak   nasti   yang disebabkan oleh rangsan suhu, seperti mekarnya bunga   tulip   dan  crocus.  Bunga-bunga   tersebut mekar   jika   mendadak   mengalami   kenaikan temperature,   dan   akan   menutup   kembali   bila temperatur menurun.
e. Haptonasi
     Haptonasi   merupakan   gerak   nasti   yang terjadi   pada   tumbuhan   insektivora   yang disebabkan oleh sentuhan serangga. Daun pada tumbuhan   insektivora   misalnya   Dionaea, sejenis tumbuhan perangkap lalat (Venus”s flytrap) sangat   sensitif   terhadap   sentuhan.   Bila   ada serangga   yang   menyentuh   bagian   dalam   daun, daun   akan   segera   menutup   sehingga   serangga akan terperangkap di antara kedua belhan daun.
f.   Nasti Kompleks
     Nasti komoleks merupakan gerak nasti yang disebabkan   oleh   beberapa   factor   sekaligus, seperti karbondioksida, pH, temperature, dan kadar   kalsium.   Contohnya   gerak   membuka   dan menutupnya stomata pada daun.
3. Taksis
               Taksis   adalah   gerak   seluruh   tubuh   atau bagian   dari   tubuh   tumbuhan   yang   berpindah tempat   dan   arah   perpindahannya   dipengaruhi rangsangan.   Gerakan   yang   arahnya   mendekati sumber   rangsangan   disebut   sebagai   taksis positif   dan   yang   menjauhi   sumber   rangsangan disebut taksis negatif. Sedangkan macam atau sumber rangsangan taksis meliputi cahaya, zat kimia, dan rangsang listrik.Bila   rangsangan   berupa   zat   kimia,   gerak yang   timbul   disebut   kemotaksis.   Contohnya gerak gamet jantan berflagela (spermatozoid) yang dihasilkan oleh anteridium lumut kearah gamet   betina   (sel   telur)   di   dalam arkegonium.Bila   rangsangan   berupa   cahaya disebut   fototaksis,   rangsangan   listrik disebut   galvanotaksis.Fototaksis   dan galvanotaksis biasanya terjadi pada organisme tingkat rendah.
B.  Gerak Endonom
               Gerak  endonom  sering  dikenal  sebagai  gerak  spontan  dari tumbuhan  karena  tumbuhan  melakukan  gerakan  secara  spontan  tanpa adanya pengaruh rangsangan dari luar. Contoh gerak endonom yaitu :
♦  Nutasi, yaitu gerak ujung batang yang sedang tumbuh atau organ lain seperti  daun,  stolon,  tangkai  bunga  dan  akar  yang  gerakannya membentuk lintasan melingkar di udara.
♦  Siklosis, yaitu gerak rotasi sitoplasma pada sel-sel daun Hydrilla verticillata. Gerak ini dapat diamati melalui  mikroskop  dengan  tampaknya  gerakan kloroplas.
♦  Gerak  higroskopis,  merupakan  gerak  bagian  tumbuhan  yang disebabkan  oleh  perubahan  kadar  air  di  dalam  bagian  tumbuhan. Misalnya  pecahnya  kulit  buah  polong-polongan  seperti  pada perkecambahan,  pecahnya  kulit  buah  tumbuhan  pacar  air, membukanya  kotak  spora  (sporangium)  pada  tumbuhan  lumut  dan paku saat mengeluarkan spora.

DESKRIPSI JAGUNG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHqGB_mkPN8EQrDlJw-SNz0bTX5LX_YPW_gd6pxMI1B9cdqVvfLTDXKN80-wvgEsWpjjrBQuUwBkmVDHf8jSXAYQVC0cCw8A6YeNI-URICmZRGTt5GQsSSSF90miK2z_8F7Phmgaema5MN/s320/jagung.jpg

1. DESKRIPSI
Deskripsi Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1 m sampai 3 m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 m.
2. AKAR
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu  menyangga tegaknya tanaman.

3. BATANG
Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. permukaan yang halus sampai berbulu. Batang tidak memiliki tangkai.

4. DAUN
 Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter. Warna hijau tua dengan permukaan yang berbulu.

5. BUNGA
Bunga betina jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun.

KLASIFIKASI
Kingdom                  : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom            : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi             : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                        : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                         : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas                 : Commelinidae
Ordo                         : Poales
Famil                        :
Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus                        : Zea

Spesies                      : Zea mays L.

Rabu, 26 Februari 2014

PEMAKAMAN JIWA


Disini aku mati bersama cinta yang tak pernah mampu ku temui. Bertahun-tahun lembaran hariku ku isi dengan tinta penantian yang tak pernah memudar, kini aku terbaring dalam rangkulan kerinduan olehmu yang tak pernah mendatangiku. Penantian yang lama membuahkan sebuah penyakit kerinduan parah dalam hidupku.

Jutaan jarum kata-kata yang kau tancapkan di dinding pikiranku kini berkarat dan mengotori langkahku, semua kata-kata itu akan hangus di terbakar matahari bersama dengan cintaku yang tertutupi tanah kematian. Di saat deritamu kucoba hadir dengan kerinduan akan pertemuan hingga saat kesembuhanmu kini engkau hadir dengan kelupaan akan diriku. Engkau sibuk dengan wanginya cinta yang menyumbat hidungmu hingga membuatku tertidur lelap dalam mimpi keputusasaan.

Tangisanku akan meluapkan danau-danau airmata, serta akan melemahkan jalanku untuk mendaki gunung pertemuan. Kata-kata madu dari mulut hatimu yang melalui goa-goa tenggorakanmu membiusku hingga menembus dunia gaib yang dipenuhi cinta serta seakan memisahkan jasad dari rohku, engkau membuaiku hingga seakan mimpi lebih baik dari kenyataan walau aku tahu bahwa sebenarnya engkau telah menaruhku di dunia kepalsuan. Dengan harapan hampa tanpa henti aku pun berteriak dengan pilu, Jangan biarkan angin kepalsuan menerbangkan ucapanmu ke awan kebohongan.

Inilah perasaanku yang dimuntahkan hari, perasaan yang meletus membakar waktu, menghitamkan langit, dan medidihkan hujan. Disini aku terjepit diantara pintu-pintu kerinduan yang sebentar lagi akan menyumbat nafasku karenamu.

Di kubangan ini aku berdiam dengan harapan engkau akan menarikku dari lubang keputusasaan, disini aku terlelap bersama mimpi kepalsuan yang engkau beri. Engkau menutup mataku dengan ribuan kata-kata semu, engkau menyelimuti lembaran waktuku dengan janji-janji hingga semua itu melumpuhkan hatiku serta memadamkan lilin perasaanku. Sadarkah engkau sesungguhnya kini telah membunuh hatiku dengan jutaan tombak kerinduan abadi yang menghujam tepat di jantung hatiku dan membuat hatiku akan kekal terkubur di pemakaman jiwa.

Kini aku harus rela terbaring di pangkuan alam dan di tangisi hujan tanpa pernah melihatmu menjemputku dengan keindahan pesona semesta yang menyatu di wujudmu.

DONGENG ANGIN

Berjalan melompati waktu bersama bayangan hidupku di padang pasir kehidupan tak membuatku haus akan perasaan karena kekasihku mencintai karena Tuhan. Telah lama aku mengukur hari dan banyak melelehkan lilin-lilin waktu bersamanya serta mencoba menjumlahkan daun-daun derita yang kami pungut dari pohon-pohon kehidupan dan mengolahnya menjadi madu jiwa yang manis akan rasa cinta sehingga sayap-sayap perasaan pun kemudian menerbangkan kami ke taman langit. Disana aku mencoba membangun menara cinta sebagai pembuktian bahwa rasa ini telah melebihi batas hati.

Aku pun mengayuh perahu percintaan mengarungi lorong-lorong ombak waktu yang tak terukur dengannya hingga pantai kebahaagian pun telah tampak di depan mataku, akan tetapi belum sempat aku menapakkan kaki keyakinanku di pantai itu, tiba-tiba tiupan angin pertentangan menggoyahkan perahu percintaanku yang kemudian menenggelamkannya. Di saat itulah bayangan hidupku berpindah ke perahu yang lain dan membiarkanku mati tergulung ombak derita. Dia pergi dengan beribu tawa dan tak ingin lagi menengokku yang akhirnya menjadikanku sebuah bangkai demi kebahagiaannya.

Sesungguhnya pada saat aku berlayar dengan bayangan hidupku, begitu banyak hati yang mengapung dan berharap ku pungut dari lautan kesendirian. Beberapa diantaranya pun kusentuh dengan sisa-sisa tangan perasaan serta mencoba mengobati hati yang mengapung itu karena goresan pisau cinta yang tak mampu mengering. Dari kedalam jiwa kembaran hatiku pun mengamuk pada langit karena merasa cintaku untuknya telah mencair dan meluap menuju lubang-lubang hati yang lain. Kayu perahu cintanya pun mulai rapuh di resapi air-air cemburu, yang lama-kelamaan akan melubangi perahu kami. Aku pun mencoba memperbaiki perahu itu dengan segenap kayu-kayu jiwaku yang patah, sembari berharap bahwa aku masih bisa berlayar melintasi samudra waktu dan menggapai pantai kebahagiaan dengannya.

Tiba-tiba dari ujung lautan percintaan, badai perpisahan pun datang menerbangkan perahuku ke ketinggian langit yang kemudian menjatuhkan perahu itu hingga termakan lautan dan menenggelamkannya di dasar kegelapan. Dan yang tak kusangka-sangka sebelumnya ternyata kekasihku masih mampu terselamatkan oleh angin godaan yang membuatnya berpindah ke perahu rasa yang lain.

Lihat diriku hancur karena kembaran hatiku. Dahulu dia selalu memeluk tubuhku dan menangis di dadaku saat angin derita mencambuk jiwanya. Kini dibalik setiap senyumanku, aku mencoba menyembunyikan tangisan piluku. Di tawa kebahagiaanku sesungguhnya begitu banyak denyut kekosongan. Dia mengiris-iris hatiku dengan tusukan jarum-jarum kenangan yang tak mampu terlepas dari dinding pikiranku. Walau hatiku tercabik-cabik tetapi aku masih mencoba untuk hidup di hadapan kematian, karena aku menyakini bahwa angin kelupaan akan menghapus jejak kaki perasaannya dalam salju pikiranku.

Begitu lama aku tak bernafas saat tenggelam di lautan derita yang dalam dan hampir saja air-air kematian mencekik nyawaku saat kurasa takkan ada lagi darah-darah perasaan yang akan mendetakkan hatiku dan mendetikkan jam kehidupanku. Dia tega memukul wajahku dengan airmata hingga bengkak.

Air kebangkitan pun terus mengaliri sungai-sungai kekosongan. Salah satu hati yang mengapung itu kini ternyata mampu berlari menelusuri lorong-lorong hati yang gelap dan mampu terbang untuk mengangkatku dari kegelapan menuju cahaya. Hati terapung itu pun kini mencoba menjadi pelampung kehidupanku hingga setiap butiran-butiran perasaanku pun meneteskan namanya di tanah jiwaku.

Setiap pagi aku mencoba meneteskan sebuah embun kerinduan di tanah hatinya karena mungkin sesungguhnya hati terapung itu adalah bayangan jiwaku di kehidupan. Mungkin dia adalah cerminan hidupku yang abadi di alam waktu. Suatu saat bila cintaku masih berdetak, itu karena dialah denyutnya. Jika aku masih bisa merasakan hidup, itu karena dialah nafasnya. Jika aku masih mampu bergerak itu karena dialah darah yang menggerakkanku.

Wajah langit telah menjatuhkan bintang perasaan di bumi hatiku yang selamanya akan terbenam di lautan jiwaku. Jangan pernah melangkah dari perasaanku, karena malam akan menelan siang dan wajahku akan menjadi danau airmata jika dia pergi. Dia telah meracuniku dengan perasaannya dan membunuhku dengan keindahannya. Jika jam waktuku di dinding kehidupan telah habis dan mungkin wujudku tak terlihat lagi oleh mata-mata, yakinlah cintaku masih akan terasa selalu menemani setiap detak jantung kehidupannya dan detik setiap langkah waktunya, Karena angin selalu meniupkan pesona dirinya ke dalam mata, hati, pikiran dan jiwaku.

Lompatan waktu yang secepat cahaya mungkin akan menjadikan kisah ini mejadi sebuah dongeng yang akan terus mengalir hingga angin kelupaan pun akan menghapus kisah ini dari catatan waktu.

< August, 03-08-09 >
Original Created By : Revan

untitle

Berbicaralah walau pelan karena hatiku mampu mendengar sampai kedalaman jiwamu... Pandanglah aku dengan teduh maka setiap guratan wajahku akan menerangkan kesungguhan cintaku ini... Mendekatlah agar engkau dapat lebih merasakan kesempurnaan perasaanku yang akan menyelimutimu... Ini cintaku bukanlah waktu yang akan menghentikannya karena jiwaku yakin untuk mencintaimu abadi...

Minggu, 23 Februari 2014

Struktur Dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

 A. Jaringan pada Tumbuhan
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri. Namun, pada perkembangan lebih lanjut, pembelahan sel hanya terbatas pada jaringan yang bersifat embrionik. Jaringan yang bersifat embrionik adalah jaringan meristem yang selalu membelah diri. Pada korteks batang terjadi pembelahan tetapi pembelahannya sangat terbatas. Sel meristem tumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai macam jaringan. Jaringan yang terbentuk tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk membelah diri lagi. Jaringan ini disebut jaringan dewasa.

1. Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerus membelah. Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi 2, yaitu :

a. Jaringan meristem primer
Jaringan meristem primer merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Contohnya ujung batang dan ujung akar. Meristem yang di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Aktivitas jaringan meristem primer mengakibatkan batang dan akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.

b. Jaringan meristem sekunder
Jaringan meristem ini berasal dari jaringan dewasa, yaitu kambium dan gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.

Berdasarkan posisi dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Meristem apikal; terdapat di ujung pucuk utama, pucuk lateral, serta ujung akar.
b. Meristem interkalar; terdapat di antara jaringan dewasa, contoh pada pangkal ruas suku rumput-rumputan.
c. Meristem lateral; terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Contohnya kambium dan kambium gabus (felogen).

2. Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Sifat-sifat jaringan dewasa antara lain sebagai berikut.
a. Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri.
b. Ukuran relatif besar dibanding sel meristem.
c. Memiliki vakuola yang besar.
d. Kadang-kadang selnya sudah mati.
e. Dinding sel telah mengalami penebalan.
f. Terdapat ruang antarsel.

Menurut asal meristemnya, jaringan dewasa dibedakan atas jaringan primer dan jaringan sekunder. Jaringan primer berasal dari meristem primer, sedangkan jaringan sekunder berasal dari meristem sekunder.
Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi antara lain :

a. Jaringan pelindung (epidermis)
Jaringan ini terdapat pada permukaan organ-organ tumbuhan primer seperti akar, batang, daun, buah, dan biji. Jaringan epidermis berfungsi melindungi bagian dalam tumbuhan dari pengaruh faktor luar yang merugikan pertumbuhannya. Sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat-alat tambahan lain (derivat epidermis), misalnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, sel silica, dan sel gabus.

b. Jaringan dasar (parenkim)
Jaringan ini terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur morfologi dan fisiologi yang bervariasi dan masih melakukan kegiatan proses fisiologis. Pada daun, parenkim merupakan mesofil daun yang kadang berdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang.

c. Jaringan penyokong (penguat)
Jaringan penyokong merupakan jaringan yang memberi kekuatan bagi tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dibedakan menjadi 2 yaitu :
1) Jaringan kolenkim
Jaringan kolenkim terdiri atas sel-sel yang bagian sudut dinding selnya mengalami penebalan selulosa dan sel-selnya hidup. Jaringan ini terdapat pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Kolenkim mempunyai protoplas, sel primer yang lebih tebal daripada sel parenkim. Jaringan kolenkim biasanya berkelompok dalam bentuk untaian atau silinder. Oleh karena kolenkim tidak mempunyai dinding sekunder dan bahan penguat (lignin) maka kolenkim dapat menyokong batang tanpa menghalangi pertumbuhan. Kolenkim tumbuh memanjang mengikuti daun dan akar yang disokongnya.
2) Jaringan sklerenkim
Jaringan sklerenkim tersusun oleh sel-sel mati yang seluruh dindingnya mengalami penebalan sehingga memiliki sifat kuat. Jaringan ini hanya dijumpai pada bagian tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut (serat-serat sklerenkim) dan sklereid (sel batu). Serabut umumnya dalam bentuk untaian atau dalam bentuk lingkaran. Di dalam berkas pengangkut, serabut biasanya berbentuk seludang yang berhubungan dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok yang tersebar di dalam xilem dan floem. Sklereid lebih pendek daripada serat.

 
d. Jaringan pengangkut (vaskuler)
Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi berupa xilem dan floem. Xilem terdiri atas trakea, trakeid, serta unsur lain seperti serabut xilem dan parenkim xilem.
1) Xilem
Umumnya sel-sel penyusun xilem telah mati, dinding sangat tebal tersusun dari zat lignin sehingga xylem berfungsi juga sebagai jaringan penguat. Xilem berfungsi mengangkut air dari akar melewati batang dan menuju ke daun. Unsur xilem terdiri atas unsur trakeal, serabut xilem, dan parenkim xilem.
2) Floem
Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju ke seluruh tubuh tumbuhan. Floem terdiri atas buluh tapis, unsur-unsur tapis, sel pengiring, parenkim floem, dan serabut floem. Berdasarkan posisi xilem dan floem, berkas pengangkut dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu kolateral, konsentris, dan radial.
1) Tipe kolateral
Berkas pengangkut disebut kolateral jika berkas pengangkut xilem dan floem terletak berdampingan. Floem berada di bagian luar dari xilem.
Tipe kolateral dibagi menjadi 2, yaitu kolateral terbuka dan kolateral tertutup. Jika antara xilem dan floem terdapat kambium maka disebut kolateral terbuka. Kolateral terbuka dijumpai pada dicotyledon dan gymnospermae.  Pada kolateral tertutup, antara xilem dan floem tidak terdapat kambium misal pada monocotyledon.
2) Tipe konsentris
Tipe berkas pengangkut disebut konsentris apabila xylem dikelilingi floem atau sebaliknya.
3) Tipe radial
Disebut tipe radial apabila xilem dan floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran. Contoh pada akar monocotyledon.

e. Jaringan sekretoris
Jaringan sekretoris disebut juga kelenjar internal karena senyawa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh. Jaringan sekretoris dibagi menjadi sel kelenjar, saluran kelenjar, dan saluran getah. Sel kelenjar mengandung bermacam senyawa hasil metabolisme. Saluran kelanjar adalah sel berdinding tipis dengan protoplasma yang kental mengelilingi suatu ruas berisi senyawa yang dihasilkan oleh sel-sel tersebut. Saluran getah terdiri atas sel-sel atau sederet sel yang mengalami fusi, berisi getah, dan membentuk suatu sistem jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain.

B. Organ Tumbuhan
1. Akar
Akar merupakan bagian tumbuhan yang berfungsi menyerap air dan mineral dari dalam tanah. Tidak semua akar dapat mengisap zat-zat makanan, tetapi hanya bagian tertentu saja yaitu bagian yang belum diliputi gabus dan bagian yang belum tua. Bagian yang berperan dalam penghisapan makanan ini mudah mengalami kerusakan karena lingkungan yang tidak cocok, misalnya karena aerasi yang jelek, kurangnya kadar air dalam tanah, tingginya keasaman tanah.

Bagian-bagian akar adalah sebagai berikut.
a. Meristem apikal
Meristem apikal terdapat di bagian ujung akar, merupakan titik awal pertumbuhan akar. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan, dan kemudian daerah deferensiasi. Daerah diferensiasi dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Daerah pendewasaan jaringan primer
b. Daerah jaringan primer yang sudah dewasa. Setelah itu terjadi pertumbuhan jaringan sekunder.

b. Kaliptra
Kaliptra merupakan tudung akar atau bagian yang menutupi meristem apikal. Kaliptra berfungsi sebagai sarung pelindung akar. Tudung akar berasal dari meristem apikal dan terdiri dari sel-sel parenkim. Sel sel dipermukaannya terus menerus lepas secara berkesambungan, dan sel dibawahnya menjadi berlendir. Sel-sel baru terbentuk pada tudung akar bagian dalam dari meristem apikal.

Struktur anatomi akar dari luar ke dalam adalah sebagai berikut.
a. Epidermis (lapisan luar/kulit luar)
Epidermis akar terdiri atas satu lapis sel yang tersusun rapat. Epidermis akar umumnya tidak berkutikula. Pada daerah dekat ujung akar, sel-sel epidermis ini termodifikasi menjadi bulu-bulu akar. Bulu akar berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan.

b. Korteks (lapisan pertama/kulit pertama)
Korteks merupakan daerah antara epidermis dengan silinder pusat. Korteks terdiri atas sel-sel parenkim yang berdinding tipis dan tersusun melingkar. Di dalam korteks terdapat ruang-ruang antarsel sebagai tempat penyimpanan udara. Fungsi korteks adalah sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.

c. Endodermis (lapisan antara korteks dan stele)
Lapisan endodermis akar terletak di sebelah dalam korteks, yaitu berupa sebaris sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Dinding sel endodermis mengalami penebalan gabus. Penebalan berupa rangkaian berbentuk pita. Penebalan seperti pita ini disebut pita kaspari. Penebalan semula berupa titik yang disebut titik kaspari. Penebalan gabus menyebabkan dinding sel tidak dapat ditembus oleh air. Untuk masuk ke silinder pusat, air melalui endodermis yang dindingnya tidak mengalami penebalan yang disebut dengan sel penerus. Endodermis berperan mengatur lalu lintas zat ke dalam pembuluh akar.

d. Stele (silinder pusat, yaitu lapisan tengah akar)
Silinder pusat terletak di sebelah dalam endodermis. Di dalamnya terdapat pembuluh kayu (xilem), pembuluh tapis (floem) yang sangat berperan dalam proses pengangkutan air dan mineral, dan perisikel yang berada tepat di sebelah dalam endodermis. Perisikel berfungsi membentuk akar cabang. Akar ini akan menembus ke luar melalui endodermis, korteks, dan epidermis. Pertumbuhan cabang akar ini disebut pertumbuhan endogen. Pada tanaman dikotil, di antara xilem dan floem terdapat kambium ikatan pembuluh. Pada tanaman monokotil, selain xilem dan floem terdapat empulur tetapi tidak terdapat kambium ikatan pembuluh.

Berdasarkan strukturnya, secara umum terdapat dua macam akar, yaitu akar tunggang dan akar serabut.
a. Akar tunggang
Akar tunggang berasal dari akar lembaga yang tumbuh terus menjadi akar primer (akar pokok). Akar tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil dan tumbuhan berbiji terbuka. Berdasarkan percabangan dan bentuknya, akar tunggang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu:

1) Akar tunggang tidak bercabang atau sedikit bercabang. Jika ada percabangannya biasanya terdiri atas akar-akar halus yang berbentuk serabut. Akar tunggang demikian sering kali berhubungan dengan fungsinya menyimpan air dan makanan. Akar tersebut mempunyai bentuk yang istimewa. Akar tunggang pada tanaman wortel dan lobak disebut dengan akar tombak atau akar pena. Ada juga akar tunggang yang berbentuk gasing seperti yang terdapat pada tanaman bengkoang dan bit karena pangkal akar besar membulat. Akar-akar serabut sebagai cabang hanya terdapat pada ujung yang sempit meruncing.

2) Akar tunggang bercabang. Akar ini berbentuk kerucut panjang tumbuh lurus ke bawah, bercabang banyak sehingga memberi kekuatan yang lebih besar pada batang. Daerah perakaran menjadi luas sehingga penyerapan makanan lebih banyak. Akar tunggang jenis ini banyak dijumpai pada tanaman yang ditanam dari biji missal pohon mangga, nangka, rambutan dll.

b. Akar serabut
Akar serabut adalah akar yang tumbuh dari pangkal batang setelah akar lembaga (embrio) mati. Akar ini terutama terdapat pada tumbuhan monokotil. Pada tumbuhan berakar tunggang terdapat akar lembaga yang tumbuh terus membesar dan memanjang dan akhirnya menjadi akar primer atau akar pokok, sedangkan pada tumbuhan berakar serabut akar lembaga tidak tumbuh terus dan akhirnya mati. Pada pangkal batang akan tumbuh akar serabut yang ukurannya lebih kecil daripada akar lembaga, namun bercabang-cabang.

Berdasarkan cirinya, akar serabut dibagi dalam berbagai bentuk, yaitu:
1) akar bentuk benang, misalnya pada tanaman padi dan jagung,
2) akar gantung atau akar udara, misalnya pada pohon beringin,
3) akar pengisap, misalnya pada benalu,
4) akar pelekat, misalnya pada sirih,
5) akar nafas, misalnya pada bogem,
6) akar tunjang, misalnya pada pandan dan bakau,
7) akar pembelit, misalnya pada vanili,
8) akar banir, misalnya pada sukun, dan
9) akar lutut, misalnya pada pohon tanjung.

Fungsi akar antara lain sebagai berikut :
a. Menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah
Akar dipergunakan oleh tumbuhan untuk memperoleh bahan-bahan yang diperlukan untuk pertumbuhannya. Akar menyerap bahan-bahan mineral bersamaan dengan air dari lingkungannya. Air masuk ke dalam akar melalui rambut-rambut akar. Rambut akar atau bulu akar merupakan perubahan bentuk dari jaringan epidermis akar yang berfungsi mengisap air dan unsur-unsur hara dari dalam tanah.

b. Memperkokoh berdirinya batang tanaman
Akar dapat memperkokoh berdirinya tumbuhan sehingga dapat berdiri tegak di tempat tumbuhnya. Tumbuhan yang tinggi membutuhkan sistem perakaran yang semakin kuat untuk menahan terpaan angin yang semakin besar.

c. Tempat menyimpan cadangan makanan
Sebagian tanaman menyimpan cadangan makanan pada akarnya. Makanan yang disimpan biasanya berupa pati atau tepung. Cadangan makanan yang tersimpan dalam akar dipergunakan selama masa pertumbuhan tertentu dan akan digunakan untuk proses pertumbuhan pada masa pertumbuhan selanjutnya. Sebagian tanaman yang tergolong herba sangat tergantung pada cadangan makanan yang tersimpan dalam akar terutama untuk mengatasi kondisi lingkungan yang buruk, misalnya pada musim kemarau sehingga tanaman tersebut dapat bertahan hidup.

d. Bernapas (respirasi)
Sel-sel yang terdapat pada akar juga membutuhkan oksigen untuk melakukan pernapasan seperti halnya sel-sel pada makhluk hidup lainnya. Untuk mencukupi kebutuhan akan oksigen tersebut maka akar mengambil oksigen dari rongga-rongga partikel tanah. Tanah yang gembur akan lebih mudah ditembus oleh udara sehingga kandungan oksigennya akan semakin banyak dibandingkan tanah yang padat. Tanah gembur dan banyak mengandung kompos atau tanah berpasir memiliki banyak rongga sehingga mudah ditembus udara.

e. Alat perbanyakan secara vegetatif
Akar sebagai alat perbanyakan secara vegetatif, misalnya pada pohon sukun dan cemara. Pada tanaman sukun dan cemara akar yang menyumbul dari dalam tanah dapat menghasilkan tunas dan akhirnya menjadi tanaman baru.

2. Batang
Fungsi batang antara lain sebagai berikut :
a. Mendukung tubuh tumbuhan.
b. Sebagai alat transportasi air, mineral, dan bahan-bahan makanan.
c. Merupakan tempat tumbuhnya cabang, daun, dan bunga.

Struktur batang lebih kompleks dibandingkan dengan akar. Batang ada yang tumbuh di atas tanah dan di bawah tanah. Batang yang tumbuh di dalam tanah berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, misalnya pada tanaman jahe. Batang tumbuhan tersusun dari tiga sistem jaringan, yaitu:
a. epidermis
b. korteks
c. endodermis

Jenis batang pada tumbuhan angiospermae ada tiga, yaitu:
1. Tipe lunak berair (herbaseus atau terna). Contoh: Kaktus.
2. Tipe berkayu (lignosus). Contoh: Pohon mangga, pohon beringin, pohon jati.
3. Tipe rumput (kalmus). Contoh: Tanaman padi.

Beberapa spesies tumbuhan memiliki batang yang mengalami modifikasi untuk fungsi yang beragam. Modifikasi batang antara lain sebagai berikut.
1. Rhizoma
Rhizoma adalah batang yang tumbuh horizontal di dalam tanah atau dekat dengan permukaan tanah. Rhizoma mempunyai ruas-ruas pendek dan pada bukunya terdapat daun-daun seperti sisik. Di sepanjang rhizome dapat dijumpai adanya akar adventif, terutama di permukaan bagian bawah. Rhizoma merupakan tempat menyimpan cadangan makanan, misalnya pada famili Zingiberaceae (jahe-jahean).

2. Stolon
Stolon mirip dengan runner, tetapi biasanya tumbuh tegak di dalam tanah.

3. Runner
Runner adalah batang yang tumbuh horizontal di atas tanah, umumnya di sepanjang permukaan tanah, dan mempunyai ruas yang panjang, misalnya pada tanaman stroberi.

4. Umbi batang (tuber)
Misal pada kentang berkembangnya beberapa ruas di ujung stolon. Mata tunas pada umbi kentang merupakan kuncup yang terdapat pada buku batang, setiap mata tunas tersebut akan mampu berkembang menjadi individu baru.

5. Umbi lapis (bulb)
Umbi lapis merupakan kuncup besar yang dikelilingi oleh sejumlah daun berdaging, dengan satu batang kecil dan pendek pada ujung bawah. Daun berdaging mengandung cadangan makanan. Pada bawang merah, daun berdaging selalu dikelilingi oleh daun-daun seperti sisik. Umbi lapis juga dijumpai pada tanaman tulip, lili, dan lain-lain.

6. Umbi kormus (corm)
Kormus mirip dengan umbi lapis tetapi bagian yang membengkak seluruhnya merupakan jaringan batang. Helaian daun berbentuk sisik menutupi seluruh permukaan kormus.

3. Daun (Folium)
Pada daun terjadi peristiwa fotosintesis. Fotosintesis untuk memasak bahan makanan penyusun energi bagi tumbuhan ini dilakukan pada bagian daun yang disebut klorofil.

Stomata berupa pori-pori kecil terdapat di epidermis atas dan bawah daun. Pada tumbuhan darat jumlah stomata pada epidermis bawah daun lebih banyak daripada epidermis atas daun. Hal ini merupakan adaptasi tumbuhan untuk meminimalisasi hilangnya air dari daun. Celah stomata terbentuk apabila sepasang sel penjaga stoma mengerut. Sel penjaga ini mengatur ukuran stomata yang berperan penting dalam pertukaran gas (CO2 dan O2) yang terdapat di dalam daun dengan lingkungan luar. Selain itu, stomata juga berperan dalam pengaturan hilangnya air dari tumbuhan. Sistem jaringan dasar pada daun disebut dengan mesofil. Pada daun tumbuhan dikotil, mesofilnya terdiferensiasi menjadi jaringan pagar dan bunga karang.

Jaringan pagar dapat mengandung lebih dari 80 % kloroplas daun, sedangkan jaringan bunga karang merupakan tempat pertukaran gas karena sel-selnya tersusun longgar dengan ruang interselular yang banyak. Tulang-tulang daun yang mengandung berkas pembuluh tersebar di seluruh mesofil. Satu berkas pembuluh terdiri atas xilem dan floem dikelilingi oleh sel-sel parenkim berdinding tebal yang disebut dengan seludang pembuluh.

Berkas pembuluh yang terdapat pada daun tersambung secara kontinu dengan berkas pembuluh yang terdapat pada batang. Hal ini memungkinkan tersalurkannya air dan mineral terlarut dari tanah ke daun dan juga memungkinkan tersalurkannya hasil fotosintesis dari daun ke bagian tumbuhan lainnya. Pada tumbuhan jagung dan tebu, seludang pembuluh adalah tempat terjadinya siklus Calvin dari proses fotosintesis.